Konseling Individu karangan Shertzer and Stone

KONSELING DENGAN INDIVIDU
Konseling dipandang sebagai seni terapan dengan sengaja untuk mengubah seseorang. Konseling bergantung pada proses yang berubah-ubah dan tidak jelas, dan mereka yang berlatih melakukannya sulit untuk melakukan tujuannya. Belum lagi tehnik dan prosedurnya biasanya berasal dari beberapa teori yang mana pelaku konseling mengadakan hipotesa hubungan antara apa yang mereka lakukan dan hasil yang mereka capai. Hasil dari penelitian ini sering mengecewakan. Meskipun begitu, kelemahan konseling tidak terlalu nampak sulit bagi masyarakat umum yang mengecap bangku sekolah. Para pelaksana konseling harus berani menerima sebuah tindakan bahwa pembatasan sebaiknya diidentifikasi dan dipahami dan dibuat atas dasar perkembangan dan pelaksanaan konseling. Percobaan, pengalaman dan komunikasi dengan rekan menentukan pelaksanaan konseling. Sebagai konsekuensi, sebuah kumpulan pengetahuan yang sedang dikembangkan akan membuat konseling tumbuh untuk mencapai tujuannya.
Keadaan konseling di tiap sekolah tergantung pada organisasi dan fungsi institusi tersebut, kualitas konselor yang dipekerjakan, pandangan staf dan guru-guru, dan variabel-variabel yang lain. Konseling, seperti yang dirancang dan dilatih, dipengaruhi oleh faktor sosial dan kebudayaan dimana ia berada, baik lokal maupun wilayah yang lebih luas. Sekarang ilmu pengetahuan baru tentang “bagaimana melaksanakan”  konseling, bagaimana membantu siswa mencapai perubahan yang diinginkan, bisa didapatkan dari penelitian empiris, tes, kebijakan, dan pengalaman. Saat pengetahuan ini terkumpul, hipotesa baru akan disusun dan diuji. Tetapi hal yang menjadi perhatian dalam bab ini adalah beberapa aspek asas pokok dari konseling, merencanakan tujuan, pendekatan, sifat dasar, dan konsep-konsep utamanya.

Konseling, Bimbingan, dan Psikoterapi
DEFINISI
Sebagian besar konselor mengetahui dengan benar apa yang mereka maksud dengan istilah “bimbingan,” “konseling,” dan “psikoterapi”---sampai mereka mencoba membedakan istilah itu dengan yang lain. Dalan hal ini, kesulitan membedakan ketiganya muncul karena kebutuhan hubungan pribadi dan kebutuhan umum pada ketiganya. Hubungan pribadi yang lain---misalnya antara guru-murid, orang tua-anak, teman-teman---juga menghubungkan banyak elemen yang ditemukan dalam ketiga istilah tersebut. Alasan lain kesulitan ini adalah kesamaan dari definisi ketiga istilah tersebut. Seringkali definisi-definisinya bersifat dasar terlalu umum dan oleh karena itu membutuhkan penjelasan tambahan atau modifikasi sebelum pengertian khusus dapat diperjelas.
Bimbingan didefinisikan sebagai proses membantu seseorang untuk memahami diri mereka sendiri dan dunia mereka. Istilah “konseling” juga diterapkan pada aktifitas luas yang dirancang untuk membantu seseorang dalam menyelesaikan masalah-masalah mereka. Definisi yang lebih sederhana adalah bahwa konseling merupakan sebuah proses pembelajaran dimana seseorang mempelajari tentang diri mereka sendiri, hubungan interpersonal mereka, dan perilaku yang memajukan perkembangan pribadi mereka. Tepatnya, definisi tentang konseling sangat sulit dipahami. Lewis mendefinisikan konseling sebagai
   sebuah proses yang dimana seorang yang bermasalah (klien) dibantu untuk merasakan dan bersikap dalam tatakrama yang lebih memuaskan secara pribadi melalui interaksi dengan orang yang tidak terlibat (konselor) yang menyediakan informasi dan reaksi yang merangsang klien untuk mengembangkan perilaku yang memungkinkan dia untuk menghadapi dirinya sendiri dan lingkungannya yang lebih efektif.
Dustin dan George mendefinisikan konseling sebagai “sebuah proses pembelajaran yang direncanakan untuk meningkatkan sikap untuk dapat menyesuaikan diri dan mengurangi sikap yang tidak dapat menyesuaikan diri.”
Definisi psikoterapi cukup banyak dan tidak spesifik. Lehner mendefinisikan psikoterapi sebagai “…sebuah teknik yang tidak ditentukan batas-batasnya yang diterapkan untuk masalah-masalah umum dengan hasil yang tak terprediksi.” Meskipun begitu, dia merekomendasikan latihan bagi mereka yang ingin menjadi terapis. Meskipun dalam kejenakaan Lehner, psikoterapi mungkin didefinisikan sebagai “perlakuan, dengan alat-alat kejiwaan, terhadap masalah-masalah yang bersifat emosional yang dengan pasti membuat sebuah hubungan profesional dengan menolong pasien, mengubah atau memperlambat gejala yang ada, menengahi pola perilaku yang terganggu, dan mengembangkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang positif.”

PERBEDAAN
Usaha-usaha untuk membedakan antara bimbingan, konseling dan psikoterapi tidak ada persetujuan dari tokoh manapun. Banyak pelaksana konseling dan psikoterapi mempercayai bahwa perbedaan antara tiga istilah itu, khususnya antara konseling dan psikoterapi tidak dibuat-buat dan bahwa istilah-istilah itu seharusnya digunakan dengan saling dipertukarkan. Orang lain berpikir perbedaan harus dibuat karena program persiapannya berbeda, jika tidak untuk alasan lain.
Meskipun bimbingan, konseling, dan psikoterapi mempunyai lebih banyak persamaan daripada perbedaan yang diterima diantara mereka seharusnya diketahui. Tiga istilah tersebut mempunyai dasar sebuah hubungan yang berusaha untuk membantu seseorang dalam mencapai tujuannya sendiri. Perbedaan diantara tiga istilah itu cenderung nampak dipaksakan atau direncanakan, dan lebih bersifat teori daripada prakteknya. Sekalipun begitu, penting perbedaan ini diketahui dan dipahami oleh personil sekolah agar komunikasi tentang mereka menjadi sejelas mungkin.
Perbedaan secara detail dapat ditemukan di dalam buku Lewis, Bordin, Buchheimer and Balogh, Patterson, dan Arbuckle. Beberapa perbedaan umum diantara bimbingan, konseling, dan psikoterapi dirumuskan di sini, tetapi sebagai catatan bahwa perbedaan ini berdasarkan pada keadaan mengenai “seorang penabur” untuk membuat perbedaan ini lebih jelas. Perlu juga diingat bahwa perbedaan ini cenderung disamakan sehingga tidak perlu disetujui oleh semua orang dan tidak akan dipakai dalam semua kasus.
1.       Bimbingan adalah istilah yang lebih luas yang biasanya dipakai untuk program kegiatan dan pelayanan sekolah yang ditujukan pada usaha membantu siswa untuk membuat dan melaksanakan rencana-rancana yang memadai dan untuk mencapai kemampuan mereka dalam menyesuaikan diri dalam kehidupan mereka. Konseling biasanya dipandang sebagai satu bagian dari pelavanan bimbingan; Ini digolongkan dalam istilah umum, bimbingan, dalam hal ini adalah sebuah pelayanan dalam bimbingan daripada sinonim.
2.       Psikoterapi biasanya merupakan keterlibatan yang lebih mendalam dengan kepribadian seseorang dan lebih berhubungan dengan perbaikan kondisi perilaku yang lebih serius. Program pelayanan bimbingan dan konseling dengan mereka, biasanya berhubungan dengan kondisi situasional dan lingkungan. Konseling, sebagaimana program bimbingan, mengutamakan pada rencana nasional, penyeslesaian masalah, dan dorongan dalam menghadapi tekanan situasional. Hubungan konseling biasanya dikarakteristikkan sebagai sedikit banyaknya intensitas ekspresi emosional daripada menemukan hubungan pengobatan.
3.       Penerima konseling adalah lebih pada individu yang “normal” daripada mereka yang memperlihatkan ketidaknormalan. Psikoterapi ada untuk individu dengan penyakit kejiwaan. Konseling membantu individu normal menghilangkan frustasi dan hambatan yang mempengaruhi perkembangan, sementara psikoterapi berusaha menangani masalah cacat atau hancurnya kepribadian.
4.   Pendekatan konseling lebih didasarkan pada penekanan pada kesadaran seseorang, sedangkan pendekatan psikoterapi cenderung menekankan pada materi sejarah dan simbolik yang menyadarkan pada pengaktifan kembali dan pertimbangan atas proses yang tidak disadari.
1.       Pelayanan konseling biasanya bertempat di sekolah, universitas, komunitas pelayanan masyarakat, dan organisasi pastoral, sedangkan pelayan psikoterapi biasanya ditemukan di klinik, rumah sakit dan praktek  pribadi.
2.       Konselor cenderung menitikberatkan pada kekuatan seseorang yang positif dan pemanfaatannya pada situasi pribadi dan sosial, sedangkan terapis menitikberatkan pada mendiagnosa dan mengobati. Konselor menggunakan data normatif pada tingkatan yang lebih besar daripada yang dilakukan terapis, yang lebih menyadarkan pada data idiografik.
3.       Psikoterapi biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuannya daripada konseling. Konseling biasanya diadakan dalam waktu singkat, dan dalam kontak lebih terbatas.
4.       Konseling sering dipandang sebagai sebuah bantuan yang diberikan pada seseorang untuk mendapatkan jati diri yang jelas, sedangkan psikoterapi berhubungan dengan masalah intrapersonal. Konseling menitikberatkan pada membantu seseorang mengatasi tugas-tugas pengembangan misalnya, pendefinisian pribadi, kemandirian dan lain-lain. Perhatian diberikan untuk memperjelas sifat individu, keahlian kekuatan dan akal pribadi dalam hubungannya dengan melakukan peran perkembangan.